Pelatihan Anak

Jemaat GPIB 'Sola Gratia' Bogor

Tema Tahun 2019-2020

"Membangun masyarakat sejahtera
demi kesejahteraan umat dan kekuatan bangsa"
- Yeremia 29;7 -

JADWAL IBADAH

GPIB Kopassus

KOPASSUS

Jl. R.A. Fadillah, Kemang Bogor

Jam Ibadah: 06.00

ATANG SANDJAJA

Jl. RS AU Blok B XI, Atang Sandjaja, Bogor 16114

Jam Ibadah: 10.30

PHMJ 2017-2020

PENGURUS HARIAN MAJELIS JEMAAT

1. PDT LUISYE WEMAY PATINAMA, MMIN (KETUA MAJELIS JEMAAT)
2. PENATUA RENCIUS PANGGABEAN (KETUA I)
3. PENATUA CHRISTIAN A. LUMIU (KETUA II)
4. PENATUA SRI MURBIYATI SADUK (SEKRETARIS)
5. PENATUA JENNIE MONIAGA (SEKRETARIS I)
6. PENATUA MG. DWI ARIYANI KASMO (BENDAHARA)
7. PENATUA YANI LEBANG (BENDAHARA I)

KOORDINATOR SEKTOR

1. DIAKEN IVAN TAROREH (SEKTOR I)
2. DIAKEN MARGARETHA TIRIE (SEKTOR II)
3. DKN WELMINCE LATUNY (SEKTOR III)
4. DIAKEN LUCIANA WURARAH (SEKTRO IV)

PASTORI

PEMBANGUNAN GEDUNG BARU

GPIB Sola Gratia

SEJARAH GPIB “SOLA GRATIA” BOGOR

Rumah Sakit TNI AU Blok B XI, Atang Sendjaja - Bogor, Telp. kantor (0251) 7538942, Pastori : (0251) 7532185

I. PENDAHULUAN

  1. Sejarah Jemaat Semplak ini disusun berdasarkan pengamatan kesaksian para sesepuh Jemaat serta data-data yang ada dari arsip Jemaat yang sangat terbatas.
  2. Dengan keterbatasan tersebut maka data ini hanya bersifat memberikan gambaran secara garis besar tentang pertumbuhan Jemaat di Semplak.
  3. Dalam rangka pendewasaan/pelembagaan Jemaat Semplak maka perlu menyusun laporan tentang sejarah singkat tumbuhnya Jemaat semplak sejak tahun 1960 sampai tahun 1987.
  4. Dengan demikian mudah-mudahan dapat memberikan gambaran mengenai realitas yang ada dengan mengharapkan turut campur tangan Tuhan Yesus Kristua sebagai Kepala Gereja.

II. PERKEMBANGAN JEMAAT

  1. Sejak dekade 60-an yakni antara tahun 1960-1962 di Pangkalan Udara Atang Sendjaja terdapat beberapa keluarga yang beragama Kristen terdiri dari TNI dan karyawan sipil diantaranya : Bapak M. Dradjad sekeluarga, Bapak S.A.U Rompas sekeluarga, Bapak Ulag sekeluarga, Bapak G. Saduk sekeluarga, Bapak Petrus sekeluarga.
  2. Anggota-anggota ini secara kedinasan dibawah perawatan rohani Pangkalan Udara Atang Sendjaja namun pada saat itu dikedinasan belum ada pembinaan rohani. Untuk itu Dinas (TNI AU) menitipkan keluarga tersebut pada Jemaat terdekat yakni GPIB  Bogor dan menunjuk Bapak Pendeta D. R. Maitimoe sebagai Pendeta Honorer TNI AU yang pada saat itu juga menjabat Pendeta GPIB Bogor sehingga anggota-anggota tersebut bergereja di GPIB Bogor.
  3. Tahun 1963-1969 jumlah jemaat ini bertambah dengan adanya peningkatan anggota-anggota baru. Keluarga –keluarga tersebut antara lain : Bapak Marthen Luther, Bapak Tamanampo, Bapak. J. Mandji, Bapak. E.J. Saduk, Bapak David Hunila, Bapak Latuny, Bapak Borang, Bapak Pasaumi, Bapak David Talahaturuson dan lain-lain sehingga mencapai lebih 15 KK.
  4. Sejak saat itu anggota makin bertambah dengan adanya Siswa Skadik 007 antara lain Bapak Setyo Utomo, Bapak Sidharta Hutomo, Bapak Turyadi dan Bapak Warsito sekeluarga. Pelayanan makin ditingkatkan dengan selain Kebaktian Minggu, dan kebaktian keluarga secara bergiliran yang dilayani oleh Bapak Pendeta D.R. Maitimoe. Untuk memudahkan komunikasi maka diangkatlah Bapak. P.L. Tamanampo sebagai penghubung Jemaat
  5. Tahun 1968-1972 pada masa Jabatan Pendeta JFK. Watimena, Kebaktian Minggu dibuka pertama kali di Aula Skadik 007 (tahun 1968). Pelaksanaan kebaktian Minggu ini berpindah-pindah antara lain dilaksanakan di Aula Skadik, Aula Wing dan akhirnya dilaksanakan di Aula Pangkalan pada tahun 1970, hingga akhirnya pelaksanaannya terhenti dikarenakan Seksi penghubung  pada saat itu (Bapak Tamanampo dan bapak Warsito berpindah tugas) dan Jemaat kembali mengikuti   kebaktian Minggu di GPIB Bogor.
  6. Pada tahun 1970 Oktober 1974 warga jemaat mengikuti kebaktian Minggu di Zebaoth Bogor dengan ditunjang fasilitas kendaraan bus dari Dinas TNI AU. Kebaktian keluarga tetap dilaksanakan secara rutin dan ditunjuk Bapak Marthen Luther sebagai penghubung Jemaat.
  7. Dengan kurang berkembangnya kegiatan jemaat Semplak maka timbul gagasan dari bapak Steven Adam (Alm) untuk menghidupkan kembali kegiatan jemaat dengan diadakannya rapat jemaat pada tanggal 21 Januari 1972 di Aula Wing. Rapat tersebut menunjuk beberapa pengurus/ penghubung jemaat :
    1. Bapak Steven Adam
    2. Bapak Arnoldus Saduk
    3. Bapak Setyo Utomo
    4. Bapak Fermenas Pasaumi

Pada tanggal 22 Januari 1972 formatur kembali mengadakan rapat dengan menghasilkan Susunan Pengurus sebagai berikut :

Susunan pengurus :

  1. Penasihat : Bapak Steven Adam
  1. Ketua : Bapak Setyo Utomo
  2. Sekretaris/ Bendahara                  : Bapak A. Saduk & Bapak Yos Sutrisno
  3. Sekolah Minggu/Kepemudaan : Bapak David Talahaturuson & Sdri. Esther
    1. Tahun 1973 diadakan sensus dan terdaat 40 KK. Susunan Pengurus antara lain :
      1. Penasihat : Bapak Steven Adam
      2. Ketua : Bapak Setyo Utomo
      3. Sekretaris/ Bendahara : Bapak A. Saduk
      4. Kepemudaan                    : Bapak K. Nuroso & Bapak David Talahaturuson
      5. Sekolah Minggu                 : Bapak Fermenas Pasaumi & Sdri. Ester
    2. Pada tanggal 25 November 1973, 3 orang menjadi penghubung Jemaat diteguhkan menjadi Majelis atas permintaan GPIB Bogor, mereka antara lain :
      1. Bapak Arnoldus Saduk
      2. Bapak Daniel Daantje Paais
      3. Bapak Frans Paath Tatilu
    3. Pada tanggal 10 November 1974 Kebaktian Minggu dibuka kembali di Semplak dan dilayani oleh Pendeta C.E. Lumbantobing dimulai pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Wing Ops 004.

      Majelis Jemaat GPIB  Bogor Wilayah Pelayanan semplak tahun 1974 adalah :

  1. Penatua Arnoldus Saduk
  2. Penatua Daniel Daantje Paais
  3. Diaken Frans Paath Tatilu

      Pada saat itu Warga Jemaat terdiri dari 39 KK dengan 27 Anggota Sidi.

  1. Pada bulan Oktober 1974 ditempatkan Penginjil Junius R.R, SMTh di Jemaat Semplak. Sejak saat itu pelayanan semakin meningkat dengan adanya kebaktian keluarga , BPK PW, BPK GP, dan Paduan Suara.

Kabaktian keluarga yang sebelumnya hanya dilaksanakan tiga kali sebulan meningkat menjadi empat kali dan dilaksanakan setiap hari Senin. Kegiatan ini meluas sampai ke daerah Cinangka (perbatasan Bogor-Jakarta).

Adapun pelayanan lain yang dilakukan antara lain:

  1. Sakramen Baptisan Kudus
  2. Pelajaran Katekisasi
  3. Kegiatan Pemuda seperti mengisi vocal group di RRI Bogor, dan Mimbar Agana Kristen.
  4. Kebaktian BPK PW yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.
  5. Mengikutsertakan anak-anak layan sekolah minggu dalam kebaktian bersama di Cipayung dan Kebun Raya dalam rangka HUT KA /KR.
  1. Tahun 1971-1977 dibangun gedung Oikoumene atas prakarsa Jemaat Katolik dan Protestan dan kemudian diresmikan tanggal 18 Juni 1977.
  2. Menjelang masa akhir jabatan Majelis periode 1970-1974, maka melalui Rapat Pleno Majelis Bogor memutuskan memilih Majelis baru melalui proses pemilihan periode 1975-1979.

Pemilihan Majelis tersebut menghasilkan :

  1. Terpilihnya 9 orang Calon Majelis pada tanggal 1 Desember 1974 yaitu :
    1. Bapak Kartomo Nuroso
    2. Bapak M. Drajad
    3. Bapak D.D. Paais
    4. Bapak F.P. Tatilu
    5. Bapak A. Saduk
    6. Bapak David Hunila
    7. Bapak S. Simanjuntak
    8. Bapak Sem Tumiwa
    9. Bapak D. Pangemanan
  2. Sesuai dengan dengan Jumlah Anggota Sidi Jemaat Semplak saat itu maka hanya dibutuhkan 4 orang Majelis, yang kemudian dipilih dari 9 anggota Majelis terpilih, mereka adalah :
    1. Bapak A. Saduk sebagai Penatua
    2. Bapak D.D. Paais sebagai sebagai Penatua
    3. Bapak Kartomo Nuroso sebagai Diaken
    4. Bapak F.P Tatilu sebagai Diaken

      Masa jabatan Majelis ini untuk periode 1975-1979 dan diteguhkan pada hari Minggu, 6 April 1975 di Gereja Zebaoth Bogor.

  1. Untuk peningkatan pelayanan maka diadakan rapat majelis setempat dilaksanakan di Aula Pangkalan dan terpilih beberapa orang untuk membantu pelayanan. Susunan Pengurus Jemaat Semplak sesuai dengan SK Majelis Jemaat GPIB Bogor Nomor : 967/K.3/S.6/75 tanggal 14 November 1975 yaitu :
    1. Koordinator : penginjil setempat
    2. Penasihat : 1. Steven Adam
    3. Bapak Pramono Adam
    4. Bapak Banuadji
    5. Bapak. M. Drajad
  • Ketua : Bapak Kartomo Nuroso/Diaken
  1. Sekretaris : Bapak. A. Saduk/Penatua
  2. Bendahara : Bapak F.D. Paais /Penatua
  3. Bendahara I : Bapak F.P. Tatilu/Diaken
  4. Seksi Diakonia : Bapak S. Simanjutak
  5. Seksi P.I : Bapak David Hunila
  6. Seksi Finek/ Pembangunan/ Perbendaharaan : Bapak Sem Tumiwa
  7. Pembantu Umum : Bapak. D. Pangemanan
  8. KA/KR (Pengajar) : Ny. David Hunila & Sdri. Lies

   Pemuda/ pemudi Jemaat setempat

  1. BPK PW (Ketua)             : Ny. David Hunila
  2. Pemuda (Ketua)                 : Sdr. Semi Pattiiha
    1. Pengurus Majelis periode 1976-1979. Tahun 1976 pada masa jabatan Pendeta Hukom, STh terjadi perubahan susunan Majelis yaitu :
      1. Bapak Pramono Adam sebagai Penatua
      2. Bapak Arnoldus Saduk sebagai Penatua
      3. Bapak David Hunila sebagai Penatua
      4. Bapak Kartomo Nuroso sebagai Diaken

Warga Jemaat terdiri dari 42 KK dengan 76 Anggota Sidi.

  1. Periode-Periode Majelis ke 12 tahun 1979-1982 pada masa Pendeta Max Mongkol, Warga Jemaat terdiri dari 70 KK dengan jumlah anggota sidi sebanyak kurang lebih 200 orang. Susunan Majelis Wilayah Semplak adalah :
    1. Bapak Untung Indriyatmo sebagai Penatua
    2. Bapak Setyo Utomo sebagai Penatua
    3. Astuti Kartomo sebagai penatua
    4. Bapak Frans Tatilu sebagai Diaken
    5. Bapak Wardojo sebagai Diaken
    6. Helena Hunila sebagai Diaken
  2. Periode Majelis 1982-1988 mengalami perpanjangan waktu sehingga Majelis Semplak mengalami beberapa penggantian ialah ;
    1. Bapak Hengky Dauhan sebagai Penatua
    2. Bapak Arnoldus Saduk sebagai Penatua
    3. Sjuli Pranowo sebagai Penatua
    4. Mintarsih Banuadji sebagai Penatua
    5. Bapak Setyo Utomo sebagai Penatua
    6. Bapak Gardjito Tijoso sebagai Diaken
    7. Bapak Wardojo sebagai Diaken
    8. Astuti Kartomo sebagai Penatua
    9. Helena Hunila sebagai Diaken
  3. Periode Majelis Jemaat ke 13 tahun 1982-1988 Pada masa Pendeta A.I. naiola Susunan Majelis Semplak adalah sebagai berikut :
    1. Bapak Hengky Dauhan senagai Penatua
    2. Bapak Rukma Susetyasta sebagai Penatua
    3. Bapak arnoldus Saduk sebagai Penatua
    4. Astuti Kartomo sebagai penatua
    5. Bapak Gardjito tijoso sebagai Diaken
    6. Bapak Wardojo sebagai Diaken
    7. Bapak Yunus Sapury sebagai Diaken
    8. Helena Hunila sebagai Diaken
    9. Sarmini Tukiman sebagai Diaken
    10. Maria Sri Tualaka sebagai Diaken

Warga Jemaat saat itu berjumlah 464 orang terdiri dari :

  1. Jumlah KK : 108
  2. Jumlah Baptis : 328
  3. Jumlah Sidi : 201
  4. Jumlah Anak 3-12 tahun : 115
  5. Jumlah Teruna 13-17 tahun : 67
  6. Jumlah Pemuda 18-3Jumlah 35 tahun keatas : 109
  7. Jenis Pekerjaan
  8. Pegawai Negeri/ Swasta : 46
  9. TNI : 44 (2 TNI AD dan 1 Polri)
    1. Pada Periode ini telah ditempatkan Vikaris Lies Alouw, STh di Jemaat Semplak dengan mentor Pendeta B. Simauw, STh. Setelah menjalankan tugas vikariat maka Ibu Lies Alouw, STh diteguhkan sebagai Pendeta GPIB di Bandung dan kemudian kembali bertugas di Jemaat Semplak sambil menunggu SK Majelis Sinode.
    2. Dengan ditempatkannya Pdt. Lies Alouw, STh baik perkembangan maupun jemaat maupun pelayanan meningkat. Kemudian melalui Rapat Pleno Majelis Jemaat GPIB Bogor, Semplak direncanakan untuk pendewasaan/ pelembagaan.
    3. Pada tahun 1984, Semplak mulai dipersiapkan untuk pendewasaan dengan pembentukan Panitia Persiapan pendewasaan dengan SK Majelis Sinode nomor : 603 /84/MS.XIII/Kpts tanggal 18 April 1984. Susunan Personalia Panitia dalah sebagai berikut :
      1. Ketua : Bapak Hengky Dauhan
      2. Wakil : Bapak Kartomo Nuroso
      3. Sekretaris I : Bapak Arnoldus Saduk
      4. Sekretaris II : Bapak Seti Gamunte
      5. Bendahara : Ny. Pranowo

Seksi-seksi       :

  1. Pendataan Jemaat : Bapak Wardojo
  2. Pendataan Keuangan : Bapak Gardjito Tijoso
  3. Pendataan Sejarah : Bapak Setyo Utomo
  4. Dokumentasi : Bapak Frans Tatilu
  5. Setelah Panitia terbentuk maka Panitia beherja dengan kemampuan yang ada namun belum dapat berhasil dikarenakan kesibukan dinas masing-masing. Atas saran PHMJ GPIB Bogor maka diadakan perubahan Panitia.
  6. Dalam proses penyelesaian data-data untuk pendewasaan maka Majelis Sinode menempatkan Bapak Pendeta D.J. Mait di Bogor Wilayah Pelayanan Semplak dengan maksud mempersiapkan Jemaat Semplak untuk dewasa dengan SK Sinode No. 482/87/MS.XIV/Kpts tertanggal 2 Juli 1987 terhitung mulai 15 Juli 1987.
  7. Dengan ditempatkannya Bapak Pendeta J.D. Mait maka Pendeta Lies Alouw, STh dilaihtugaskan dari GPIB Bogor Wilayah Pelayanan Semplak ke GPIB Eklesia DKI Jakarta dengan SK Sinode Nomor : 1821/86/MS.XII/Kpts tertanggal 16 Juni 1986.
  8. Setelah Panitia Pendewasaan mengalami perubahan maka diusulkan baru dengan susunan Personalia sebagai berikut :
    1. Ketua : Pendeta J.D. mait
    2. Wakil : Bapak setyo Utomo
    3. Sekretaris : Pnt. Arnoldus Safuk
    4. Sekretaris I : Bapak Seti Gamunte
    5. Bendahara : Ny. Elsye Dauhan

Seksi-seksi

  1. Pendataan Jemaat : Bapak Yance Pattiasina
  2. Pendataan Sejarah :  Katherina Pattiasina
  3. Pendataan Keuangan : Ny. Nina Gardjito
  4. Usaha Dana : Ny. Dortje Parapat
  5. Dokumentasi : Sdr. Heri Subiyanto
  1. Sesuai dengan Surat Majelis Jemaat GPIB Bogor Nomor : 673/II.8.6/ IX tertanggal 2 September 1987 maka dengan resmi Bapak Pendeta J.D. Mait diserahkan ke Jemaat Wilayah Semplak melaui Kebaktian Syukur pada Minggu, 06 September 1987 di Gedung Oikoumene Semplak. Turut hadir adalah selain undangan juga Komandan Lanud Atang Sendjaja Kolonek PNB. FX. Suwarno beserta Ibu.

III. PENUTUP

  1. Demikian Sejarah Jemaat semplak dibuat untuk memberikan gambaran dalam perkembangan Jemaat Semplak khususnya menghadapi pendewaan Jemaat Semplak.

Bilamana ada kekurangan-kekurangan mohon saran dan perbaikan demi peningkatan di masa yang akan datang. Kiranya Tuhan memberkati.